Kutipan Novel Assalamualaikum Calon Imam - Ima Madani

Konten [Tampil]

Kutipan Novel Assalamualaikum Calon Imam

Walaupun novel Assalamualaikum Calon Imam dan filmnya sudah beberapa tahun yang lalu terbit dan tayang dan aku sudah nonton filmnya, reviewnya belum tertulis-tulis sampai sekarang, duuhhh.. Padahal dalam hati pengen banget nulis review filmnya niih (niat dalam hati doang). Sepertinya kudu dimasuin dalam wishlist niih buat nonton ulang.

Eh btw postingan kali ini aku cuma mau update postingan lama niih, biar lebih tertata dan rapi. Yang punya sebelumnya tuh maklum dulu ngeblognya asal ngetik, nulis, terus posting. Sekarang sudah ada ilmunya dikit-dikit ya harus diterapin. Iyaa nggak? hehhe

Novel Assalamualaimkum Calon Imam

Jadi dipostingan ini aku bukan nulis review-nya kok, tapi buat ngumpulin kutipan-kutipan yang aku dapat dari baca novel Assalamualaikum Calon Imam. Kutipannya tuh bener-bener bertebaran banyak banget, sayangkan kalau nggak aku bagi-bagi, mana ntar ada yang butuh buat quotes untuk pasangannya, uhuyyy.

Oiya btw disini aku tuh pilih beberapa kutipan dari yang sudah aku tulis dipostingan sebelumnya. Jadi ini semacam beberapa kutipan tapi dibarengi sama pendapatku tentang kutipan tersebut. Jadi nggak semua aku ambil yes.

Mengingat bagaimana karakter tokoh dinovel ini yaitu Pak Alif si Dosen galak vs Nafisya si manja yang bikin pembaca jadi gemeees sama karakternya.

Nah biar nggak lama-lama langsung saja yaa, 

Kumpulan Quotes

1. Mungkin jodoh tidak datang tepat waktu, tapi jodoh akan datang diwaktu yang tepat. – hal. 5

Ngomongin jodoh suka iya nih yaa, bikin baper. Memang sih jodoh siapa yang bisa mengira kapan datangnya. Kalau jodoh bisa telepati kan asyik kita nggak perlu galau kepanjangan karena nungguin hilal yang nggak kunjung datang, ck malah curcol lagi nii

2. Aku tidak mau membuat hati milik Allah ini sakit, hanya karena ulah hamba-Nya. Allah itu pencemburu. Dia cemburu ada nama lain di hatiku, di pikiranku, ataupun di lisanku. – hal. 7

Kadang-kadang kita suka lupa sama apa yang sudah dikasih sama Tuhan kita. Sampe bikin lupa. Pernah denger nggak sih teman-teman, disaat kita sedang menyukai sesuatu itu sampe suka banget kada malah bikin kita lupa sama Tuhan, nah itu katanya ada yang bilang gini, bisa jadi karena kita terlalu suka sama sesuatu itu Allah cemburu terus diambil apa yang sedang kita suka dan sayang banget itu.

3. Orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang selalu mendebat. – hal. 27

Tuhh, ingat yaa (jadi pengingat buat diri sendiri juga nih), jangan berdebat. Ternyata berdebat itu menjadi orang yang paling dimurkai sama Allah. Nggak lagi-lagi ya. Semoga kita bisa istiqamah untuk berubah dan melakukan hal-hal yang Allah sukai saja ya.

4. Hidup itu pilihan, kan? Ya, pilihan, tanpa bisa memilih apa yang telah Allah pilihkan. Tapi percayalah, yang Allah pilih adalah bagian paling indah. – hal. 43

Kadang pengen hidup kayak si pulan yang hidupnya tuh kayak nggak pernah ada cobaan gitu. Terus lihat hidup artis yang selalu jalan-jalan keluar negeri, nah mulai berkhayal lagi kitanya. Padahal hidup yang sudah dikasih ma Allah buat kita yang sekarang ini adalah yang terbaik dan yang paling cocok. Allah yang pilihkan dan tentukan sudah pasti ini yang terbaik buat kita. Setuju?

5. Ada dua orang yang saling mencintai, tapi Allah tidak mepersatukan mereka. Ada dua orang yang tidak saling mencintai, tapi Allah takdirkan mereka bersama. Ada dua orang yang saling mencintai dan Allah takdirkan mereka bersama. Kisah kita yang mana Jidan? Tidak ada kisah satu pihak. – hal. 52

Yang ada baca novel Assalamualaikum Calon Imam pasti ingat ini cuplikan dari siapa yang lagi ngomong, hehehe.. Beruntunlah mereka yang dipersatukan Allah karena saling mencintani, tapi tetap harus bersyukur juga buat yang nggak disatuin padahal saling mencintai. Mungkin Allah tahu kalau disatuin malah nggak bahagia. Positive thinking itu perlu bukan 😂

6. Tanda kecintaan Allah pada hamba-Nya adalah dengan mengujinya. Jangan terlalu membenci suatu masalah. La tahzan. Innallaha ma’ana – hal. 77

Ingat yaa Allah akan selalu ada bersama kita dimanapun kita berada. Sedang disituasi apapun, senang, sedih, galau dan lain-lain.

7. Membenci seseorang bukan berarti membenci orang-orang di sekitarnya, kan? – hal. 87

Dalam membenci juga butuh profesional ternyata, hehehe. Tapi alangkah baiknya nggak perlu membenci sihh. Karena Allah pasti akan lebih menyukai hal itu.

8. Islam memuliakan wanita dengan pernikahan. Maka satu-satunya solusi adalah dengan menikahinya. – hal. 153

Subhanallah. Sudah paham ya makna dari kutipan ini? 

9. Manusia itu punya dua part dalam kehidupannya, part kebahagiaan dan part kesedihan. Semua itu datang bergantian. Tidak ada seseorang yang dalam hidupnya terus-menerus merasa bahagia atau terus-menerus sedih. Hanya bagaimana dia melibatkan Allah dalam setiap part kehidupannya. – hal. 166

Setuju. Kalau dipikir-pikir memang iya sih. Siapa sih didunia ini yang hidupnya cuma ngerasain sedihnya doang atau senangnya doang. Pasti ada keduanya juga.

10. Barangsiapa yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. – hal. 198

Masya Allah, semoga kutipan ini menjadi pengingat buat kita semua ya.

Oke. Selesai. Iya cuma sepuluh saja. Ntar yang mau banyak lagi langsung ke postingan sebelumnya saja yaa. Disini kutipannya dibarengi sama pendapatku sihh. Kalau dipostingan sebelumnya full kutipan semua.

Kalian suka sayang nggak sih waktu selesai baca sebuah buku tapi kutipannya banyak banget, jadinya buat postingan khusus gini. Aku ya gitu orangnya. Makanya jangan heran ya, kalau ada postingan khusus tentang kutipan novel Assalamualaikum Calon Imam. Kadang-kadang kita bisa belajar banyak loh dari kutipan sebuah buku. Tentang apapun. 

#happyblogging

Related Posts

Post a Comment