5 Cara Membuat Review Buku dengan Mudah

5 cara membuat review buku

Akhirnya kesampaian juga membuat postingan Cara Membuat Review Buku dengan Mudah. Pasti sudah pada nggak asing dong sama perintilan review buku. Teman-teman pasti pernah mereview buku. Oiya disini aku akan memberi tips cara membuat review buku dalam konteks novel ya. Karena aku pribadi pun lebih seringnya mereview novel.

Setiap teman-teman pasti punya caranya masing-masing saat membuat atau menulis review buku. Ada yang versi singkat, yang penting isi atau apa yang ingin disampaikan si reviewer dari sebuah buku tersampaikan. Lebih ke poin-poinnya kalau yang ini, nggak dijelaskan secara detail dan lengkap.

Kalau yang ringkas gini mudah kita temukan sekarang ini di akun para bookstagram. Karena jumlah kata di platform tersebut yang memang singkat dan dibatasi jumlah katanya, jadi reviewer mau nggak mau saat membuat reviewnya harus singkat, padat dan juga jelas. 

Bisa sih panjang, dengan cara postingan reviewnya dibuat lebih dari satu postingan, atau ada juga yang menyambung captionnya di kolom komentar karena panjang (ada yang pernah ngelakuin hal yang sama?).

Di Instagram pun teman-teman bisa dengan mudah menemukan postingan review buku melalui hastag #reviewbuku atau #bookreview. Nah dari sana ada banyak sekali bagaimana setiap reviewer membuat review buku dengan cara dan gayanya masing-masing.

Misal, ada satu buku dengan judul yang sama diberikan amanah untuk 5 orang. Pasti saat mereka membuat review bukunya, walaupun inti dari reviewnya sama, tapi cara mereka menulis dan menyampaikan pasti berbeda kan.

Selain yang di Instagram yang isi reviewnya lebih ringkas, berbeda dengan platform blog. Dengan jumlah kata yang tidak dibatasi teman-teman blogger bisa sebebasnya mau nulis reviewnya berapa jumlah kata. Asal nggak kepanjangan juga sampe yang baca jadi bosan ya. Pokoknya harus disesuaikanlah ya.

Di blog nggak harus panjang juga kok, sama seperti di Instagram teman-teman bisa coba menggunakan cara review buku menggunakan metode 5 jari.

Tujuan Mereview Buku

Pasti dong setiap kita pembaca punya tujuannya masing-masing saat membuat review buku. Nah kalau teman-teman sendiri menulis dan membuat review buku untuk apa?

Kalau aku sih sebagai pengingat untuk diri sendiri saja tentang buku-buku apa saja yang sudah aku baca. Terus jika suatu saat nanti aku lagi butuh atau lagi pengen baca buku tentang tema pernikahan misalnya, nah aku bisa langsung intip kembali deh dari review-review yang sudah aku buat tadi.

Selain untuk pengingat diri sendiri, juga untuk mengajak teman-teman untuk ikutan membaca buku yang aku rekomendasikan. Sayang bangetkan kalau ada buku bagus, tapi cuma disimpan untuk diri sendiri nggak dishare kemana-mana. 

Dengan adanya review buku ini setidaknya teman-teman yang sedang membutuhkan bacaan buku yang sesuai seleranya mereka bisa membaca review/ulasan buku dari yang sudah kita buat, baik itu dipostingan blog khusus review buku maupun di Instagram.

Baca juga

Ada juga yang kadang membutuhkan review buku dari orang lain karena ingin membeli buku. Istilahnya kayak semacam sudut pandang atau pendapat dari orang lain apakah buku yang ingin dibeli itu bagus atau tidak.

Persiapan Sebelum Mereview Sebuah Buku

Cara supaya saat proses membuat review lancar tidak stuck dan berhenti ditengah jalan karena bingung mau review apa lagi, sebaiknya sebelum memulai atau saat sedang membaca bukunya, teman-teman jangan lupa buat catatannya juga.

Tentang hal-hal yang kira-kira nantinya ingin dibuat direview buku tersebut. Misal ada kutipan yang menarik beri tanda atau buat catatan kutipan tersebut ada dihalaman berapa. Bisa juga dengan menggunakan pembatas kerta warna-warni. 

Persiapan sebelum review buku

Ada tokoh yang memorable banget, atau ada bagian-bagian tertentu yang menjadi daya tarik buku tersebut sebutkan saat teman-teman akan mereview bukunya.

Setelah teman-teman tahu dan punya gambaran apa yang membuat teman-teman mereview sebuah buku, baru aku akan bahas lebih lanjut bagaimana cara mereview sebuah buku atau tepatnya sebuah novel.

Nah di postingan kali ini aku ingin berbagi pengalaman aku selama mereview buku. Dari cara dan bagaimana aku menulis dan membuat review buku di blog atau boleh juga sih kalau ada teman-teman yang ingin menggunakan caraku ini ke review buku di Instagram. Nggak masalah. Dimana saja bisa, asal menyesuaikan saja dari jumlah kata maksimalnya ya.

Cara Membuat Review Buku

Cara membuat review buku disini aku rangkum dari beberapa pengalaman aku saja ya. Dari pertama kali aku menulis review di blog dari tahun 2014 tapi mulai serius nulis review ditahun 2016. Terus di tahun 2017 mulai review di Instagram. Buatku masing-masing platform punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing sih. Tergantung kitanya juga.

Cara aku ini bisa teman-teman praktikkan jikalau sedang menulis review terus tiba-tiba kehenti dan bingung mendadak, bisa deh pake cara aku ini. Semoga terbantu yaa.

Yukk ah biar nggak berlama-lama, poin-poin apa saja yang biasanya menjadi perhatianku saat membuat review buku.

1. Tulis Identitas Buku

Identitas buku seharusnya yang menjadi daya tarik utama sih menurutku. Untuk aku pribadi, di bagian identitas buku ini yang penting memuat judul bukunya, penulisnya siapa, penerbitnya, tahun dan tanggal terbitnya, nomor ISBN. Ini cara review aku yang sekarang.

Kalau dulu waktu awal-awal aku mulai mereview buku, hampir semua yang ada di halaman identitas aku tulis, heheheheh. Sebenarnya ini tergantung reviewernya juga. Karena pernah ada teman yang bilang ke aku gini; 

Editor, proofreader, penyunting, penata sampul dan lain-lain itu adalah tim dibalik suksesnya sebuah buku bisa terbit dan dikenal banyak orang, terus tersebar di seluruh toko-toko. Jadi ya harus ditulis juga dong. Sebagai pertanda kalau reviewer juga menghargai jerih payah mereka dibalik layar.

Ada juga yang mebuat bagian identitas ini hanya judul, penulis, dan penerbitnya saja. Ada banyak versi, teman-teman tinggal memilih yang mana mudah dan nggak bikin ribet saja.

Bagian identitas buku dan blurb buku

  • Blurb Buku

Untuk blurb buku ini yang ada di bagian belakang kover buku ya. Kalau aku sih aku tulis lagi saat penulisan reviewnya. Ingat loh yaa, blurb sama sinopsis berbeda ya. Mereka hampir serupa tak sama sih menurutku.

Selain dibagian belakang kover buku, bagian blurb-nya ini bisa juga teman-teman salin langsung dari goodreads ya.

2. Sinopsis Cerita

Setelah menyalin bagian blurb, langkah selanjutnya teman-teman harus membuat sinopsis singkat tentang cerita atau isi bukunya (lebih tepatnya sih cerita singkat tentang buku yang mau dibuat reviewnya). Tujuannya agar pembaca jadi lebih tahu dan punya gambaran bukunya bercerita tentang apa dan bagaimana.

Dibagian sinopsis ini usahakan jangan sampai spoiler cerita ya. Spoiler itu dimana si reviewer memberikan informasi yang tidak seharusnya. Misalnya, tentang endingnya yang berakhir si tokoh utamanya menikah dan punya anak setelah konflik yang berkepanjangan atau memberitahu siapa yang menjadi pembunuhnya dan juga bagian plot twist yang seharusnya tidak dijabarkan, biarkan bagian-bagian yang penting itu membuat penasaran siapapun yang membaca review yang sudah kita buat.

Kenapa nggak boleh spoiler cerita? 

Spoiler bisa membuat minat baca seseorang jadi berkurang, nggak antusias lagi karena sudah tahu ending dan permasalahan dalam cerita.

Kalau di aku untuk bagian sinopsis ini ada di "Kilas Balik Cerita". Jadi dari sinopsis ini kita memberikan gambaran kepada pembaca secara singkat tapi tidak menyeluruh. Yang semakin membuat pembaca menjadi penasaran dan ingin segera membaca bukunya juga.

3. Review Buku Secara Menyeluruh

Ini bagian yang paling ditunggu-tunggu. Karena dibagian inilah pembaca menanti hal apa saja yang akan disampaikan oleh reviewer. Baik itu dari hal yang disukai dari buku yang direview begitupun sebaliknya. 

Teman-teman bisa menggunakan poin-poin berikut untuk memudahkan selama membuat review buku;

  • Kesan-pesan selama membaca

Dilangkah keempat ini teman-teman bisa menjelaskan tentang hal-hal yang disukai, baik itu penulisnya. Bisa jadikan yang membuat seseorang membaca buku karena memang sudah jatuh cinta dengan karya-karyanya sang penulis. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menyukainya.

Selain karena penulis, bisa juga yang membuat seseorang menyukai dan membaca bukunya karena karakter tokohnya yang bikin gemes dan lucu. Alur ceritanya yang asik dan seru karena, karena  anti mainstream mungkin, dan bisa jadi juga karena endingnya. Ada banyak alasan sehingga membuat seseorang menyukai sebuah buku. 

Menceritakan tentang kesan dan pesan selama membaca. Pasti setiap orang punya sudut pandangnya masing-masing kan. Baik itu dari alur cerita misalnya. Misal tidak menyukai karakter tokohnya, teman-teman jelaskan alasannya kenapa, kalau bisa berikan masukan direviewnya. Jadi tidak hanya sekadar kejelekan saja yang tulis tapi juga saran buat penulis dan penerbitnya jika suatu saat buku tersebut akan dicetak ulang, jadi bisa dilakukan revisi.

Kover bukunya perlu sdikomentarin tidak? Ya perlu dong. Berikan saja pendapat teman-teman kira-kira untuk kovernya cocok dan sesuai nggak sama alur ceritanya. Warnanya dan ilustrasinya gimana. Kalau menurut teman-teman kurang sreg dan nggak cocok, berikan alasannya kenapa, kalau bisa berikan saran dan masukannya juga.

Teman-teman juga bisa intip caraku saat mereview buku di label khusus postingan review buku yaaa.

  • Jelaskan bagaimana penulis bercerita

Teman-teman bisa memulainya dengan menjelaskan bagaimana teknik penulis bercerita dibukunya, apakah alur ceritanya lambat, cepat atau bahkan menyenangkan? Ide cerita yang diangkat penulis juga bisa teman-teman jelaskan, hal apa saja yang membuat kita tertarik dan terkesan sehingga membuat kita betah dengan bukunya. Atau mungkin ide cerita yang unik dan  masih baru banget karena belum pernah kamu temukan dibuku-buku sebelumnya yang sudah pernah kamu baca.

Latar tempat atau setting juga bisa teman-teman jelaskan singkat di review. Misal penulis menggambarkan suasana latar tempatnya membuat kita seakan-akan berada ditempat yang sama dengan para tokohnya. Feel-nya dapat. Suasana di dalam cerita terasa nyata dan sebagainya.

  • Karakter tokohnya

Teman-teman bisa menjelaskan bagaimana penulis berhasil membuat pembaca baper dengan pola tingkah para tokoh dibukunya, atau chemistry  dan interaksi antar tokoh baik pendukung dan tokoh utamanya terasa nyata. Bisa juga dengan menjelaskan bagaimana peran para tokohnya dengan alur cerita, apakah terkesan biasa saja atau membuat kita yang membacanya jadi ikutan hanyut dengan emosi mereka (karakter tokohnya).

4. Kesimpulan dari Isi Buku

Kita memberikan inti dan yang menjadi daya tarik dari buku yang kita review. Dibagian sini teman-teman bisa dengan memberikan alasan dan daya tarik dari sebuah buku. Dan ingat yaa, saat memberikan penilaian sebaiknya buatlah penilaian secara jujur

Kesimpulan bisa juga didukung dengan menambah rating dari skala 1-5 atau skala 1-10. Terserah masing-masing sih ini. Kalau aku biasanya 1-5 saja karena ngikut seperti di Goodreads.

5. Rekomendasikan bukunya kepada orang lain

Bagian rekomendasi biasanya ditulis dibagian akhir review. Dibagian ini teman-teman bisa merekomendasikan buku yang dibaca kepada siapa, misalnya bukunya bertemakan tentang marriage life;

Buku ini aku rekomendasikan buat yang sudah menikah. Buat yang belum menikah juga boleh kok. Karena di dalam buku ini banyak sekali pembahasan yang bener-bener mengajarkan kita akan banyak hal tentang pernikahan, baik itu sisi komunikasi antar pasangan, untuk saling percaya dan masih banyak hal positif lainnya.

Itu gambaran cara menulisnya, intinya seperti itu. Atau bukunya rekom banget buat dibaca para orang tua, anak remaja, dewasa,  dan sebagainya. Kalau kira-kira bukunya nggak rekomen, ya jelaskan dengan bahasa yang sopan dan beretika kenapa tidak merekomen begitupun saat kita ingin merekomendasikan sebuah buku juga harus ada alasannya.

5 cara review buku

Kesimpulan

Dalam membuat review buku setiap orang pasti punya caranya mereka masing-masing. Tergantung poin apanya dulu yang ingin disampaikan pembuat review kepada pembaca, apakah dari segi ceritanya sajakah, dari gaya bercerita penulisnya kah, dan sebagainya.

Kalau aku pribadi sih kalau buat reviewnya di blog, aku hampir seluruhnya aku ulas. Kenapa? Karena untuk memberikan gambaran kepada teman-teman bahwa "seperti ini loh buku ini, seasyik itu loh bukunya".

Kalau teman-teman tidak ingin mengikuti caraku juga sah-sah saja kok. Biasakan saja dulu membuat review dengan cara teman-teman, nanti lama-lama juga akan terbiasa dengan sendiri dan tanpa sadar juga ulasannya akan super duper lengkap dengan sendirinya, hehehe

Uwuuuu baru sadar ternyata sudah sepanjang ini aku ngetiknya nggak sadar, hehehe. Padahal ini sudah aku ringkas-ringkas juga loh. Tapi tetap saja panjang. Semoga teman-teman nggak jenuh dan bosan ya bacanya 😂

Semoga postingan cara membuat review buku dengan mudah ini bisa membantu teman-teman untuk menulis review buku ya. Semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan atau ada tambahan dan saran dari teman-teman boleh langsung tinggalkan jejak di kolom komentar yaa..

#happyblogging

Related Posts

30 comments

  1. Melihat cara² review buku di atas, aku jadi keinget sama materi teks ulasan dan resensi di Bahasa Indonesia. Caranya kurang lebih sama kayak cara menulis teks ulasan atau resensi yah kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mapel B.Indo lebih formal dan baku yaa.
      Kalau untuk postingan sosmed mah sebebasnya kitaa, mau apa saja yang mau di review juga bebas, hehehe

      Delete
  2. Bener banget, kalo aku melihat caraku mereview jaman dulu pertama ngeblog kek "what pendek banget" baru sadar makin lama ntar lengkap sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan mikir nggak bagusnya yaa mba, yang penting buat dan nulis dulu reviewnya. Ntar lama2 jadi bagus sendiri, kitanya pun jadi terbiasa dan lama2 reviewnya jadi super lengkap juga :D

      Delete
  3. Mbak Pida saya itu kalau ngereview kadang suka menuliskan juga quote dari bukunya. Namanya quote ya harus plek ketiplek ya.. ditambah blurp dan identitas buku, kalau dicek di tools anti plagiat gitu jadi terdeteksi duplikat konten dengan skor lumayan banyak bagian duplikatny. Ada saran sebaiknya gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau gitu yaa bagian identitas, blurb sama quote-nya nggak uah ditulis mba kalau nggak mau terdeteksi sama plagiat kontennya.
      Karena memang uda resiko sihh.
      Atau bisa juga diakalin sih, blurb nya nggak usah ditulis, langsung ke sinopsisnya saja. Untuk identitas sambil jalan reviewnya diselipkan identitas satu persatu, kayak penulis bisa menggunakan nama singkatannya.
      Untuk kutipannya bisa dibuat intinya saja.

      Gitu aja sihh.
      Itu menurutku biar lebih aman

      Delete
  4. Nice article kak.. Kalau aku biasanya pas review buku lebih banyak memasukan unsur segimana besar buku itu memiliki pengaruh buat aku. Malah jarang atau masih minim banget masukin info tentang keseluruhan buku itu. Jadi banyak belajar deh gimana caranya membuat review buku yang baik dan benar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya kalau ngereview di sosial media, nggak ada aturan yang terikat mba.
      Malah bebas, senyamannya kita mau buat/nulis reviewnya yang kayak gimana.

      Delete
  5. Setuju banget kak, selain buat diri sendiri review buku juga bisa bermanfaat orang lain. Ketika mereka bingung apakah buku itu bagus / enggak setidaknya ada pandangan lain dari review yang kita buat walau review orang tia-tiap orang beda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yepps betul bangett.
      Aku pribadi juga review buku ini jadi acuan aku saat ingin memilih bacaan dan membeli buku, heheh. Dengan adanya review buku gini jadi terbantu bangett buat milih buku2 bacaan yang rekom

      Delete
  6. Aku pernah beberapa kali review buku, menurutku susah susah gampang ya (yg agak susah sih). Harus baca (dan pentingnya paham) keseluruhan buku. Terus kadang nggak sengaja spoiler saking excitednya merekomendasikan bukunya hahaha. Keren deh para bookstagram & review-er buku nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada baiknya kalau memang mau mereview buku, selagi baca bukunya catat yang kira-kira mau ditulis direviewnya mba. Tujuannya agar waktu mulai nulis reviewnya udah nggak binggung lagi mau nulis apa dan mau jelasin apa-apa saja. Dan ini juga jadi salah satu cara utk menghindari spoiler mba

      Delete
  7. Aku dari sejak kapan gitu mau mereview buku, but nggak jadi-jadi. Sampe udah ketinggalan bukunya. Soalnya bener-bener kayak harus dibaca sampai habis dulu kan. Itu sih, akunya masih nggak teratur baca buku. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuul mba.
      Kalau bukunya nggak selesai dibaca, reviewnya jadi nggak maksimal dong, yakan.

      Delete
  8. suka pengen review buku tapi nggak pede aku tuh mbak heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulai dari yang ringan-ringan aja dulu mba buat reviewnya. Misal apa yang disukai dari buku yang dibaca. Itu saja dulu (karena pas awal2 mulai, aku juga gini kok).
      Lama-lama juga akan terbiasa dengan sendirinya.

      Delete
  9. saya belum pede menulis review buku, padahal ada beberapa buku yang saya suka yang pengen banget saya tulis reviewnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulis aja dulu dari hal-hal yang disukai dari buku yang dibaca mba. Dikit2 aja dulu, nggak usah panjang2. Ntar lama-lama jadi terbiasa.
      Ddan niatkan juga reviewnya untuk apa, hehehe

      Delete
  10. Terima kasih Kak Pida buat cara mereview bukunya. Aku memang lagi butuh cara buat mereview buku, nih.

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah dapet bocoran cara mereview buku. Makasih mba Pida

    ReplyDelete
  12. Saya kadang masih suka bingung dalam mengulas buku. So thanks sudah berbagi tipsnya di sini Mbak. Jadi dapat pencerahan. Btw saya juga baru tahu nih perbedaan blurb dan sinopsis. Kirain yang dibelakang sampul itu sinopsis ternyata cuma blurb-nya ya :)

    ReplyDelete
  13. Gitu ya caranya, boleh juga nih buat acuan Saya untuk review buku, thanks tipsnya ya kak

    ReplyDelete
  14. Kalau daku untuk bagian blurb nggak ditulis lagi saat mereview di blog, takut jadi duplikat konten karena kan kebanyakan pada nyalin juga blurb nya hehe.

    ReplyDelete
  15. Menulis buku adalah salah satu cita cita aku di dunia kepenulisan, semoga terwujud deh Aamiin

    ReplyDelete
  16. Aku kalau ngereview buku kadang kebablasan spoiler. Jadi harus cut tulisan deh. Kebiasaan! Makasih ulasannya ya mbak. Bisa jadi acuan biar nggak kebablasan lagi nih.

    ReplyDelete
  17. Kece tips2nya, sudah kulakukan juga sih. Hanya saja yang bagian spoiler suka kebablasan wkwk... Duh jadi ingat, harus bikin ulasan buku, mlipir dulu aaah... sambil ngintip2 tips2 di sini buat contekan hehe.

    ReplyDelete
  18. Dalam mereview buku, aku juga selalu tak lupa mencatat yang penting di halaman tertentu seperti topik, kutipan, atau bahkan typo. Dan setuju juga kalau diberikan rekomendasi di akhir ini sangat bermanfaat biar penilaian buku tersebut lebih segmented

    ReplyDelete
  19. Kebetulan saya mau mereview buku parenting milik teman. Jadi bisa membayangkan kisi-kisi yang harus ditulis. Terima kasih

    ReplyDelete
  20. Terima kasih tipsnya, tinggal tips rajin-rajin mereview buku nih. Soalnya biasa males, habis baca ya udah gitu aja. Kayaknya tips awal persiapan itu guna banget ya, biar sangat gitu.

    ReplyDelete
  21. Penting nih buat aku inget, karena aku orangnya suka moody-an klo udah review buku, wkwk..

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email