Book Review | The Star and I - Ilana Tan

5 comments

Sudah nggak asing dong sama nama Ilana Tan, penulis misterius yang terkenal dengan bukunya yang berlatar 4 musim. Setelah vakum kurang lebih 5 tahun lamanya, dipergantian tahun 2021 penulis hadir dengan buku terbarunya The Star and I yang pemesanannya dilakukan dengan sistem PO bahkan sempat dihebohkan karena hanya dalam waktu satu detik dari mulai dibukanya PO bukunya langsung sold out. 

The Star and I - Ilana Tan

Hmm, hmm, memang sih sepak terjangnya Ilana Tan dalam menghadirkan karya-karyanya patut diacungi jempol. Nggak heran karena sudah begitu lama vakum di dunia penulisan, banyak yang menunggu dan bertanya-tanya kapan sih penulis misterius satu ini menerbitkan buku terbarunya lagi, termasuk aku sendiri.

Alhamdulillah saat PO tambahan, aku masih kebagian buku PO nya dengan bonus TTD penulisnya dong. Pas kebetulan banget waktu itu lagi ada voucher belanja hadiah dari challenge yang aku ikut ditahun lalu. Sempat bingung mau beli buku apa, setelah intip-intip ehh pas banget lewat postingan PO buku di timeline aku auto langsung order nih buku The Star and I nya 😍

Nah penasaran dong review dari aku setelah membaca buku ini seperti apa, kuy simak ulasan aku sampe kelar yaa 😉

Identitas Buku

Judul : The Star and I 

Penulis : Ilana Tan 

Editor : Hetih Rusli

Sampul : Kitty Felicia Ramadhani 

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman : 344 halaman

ISBN : 9786020649665

Blur Buku

Sejak kecil Ollivia Mitchell ingin tahu siapa orang tua kandungnya. Jadi, ketika ia mendapat kesempatan bekerja di New York, ia pun menyambarnya tanpa ragu. Namun, mencari seseorang tanpa nama di kota sebesar New York adalah sesuatu yang mustahil. Kini kontrak kerja Ollivia akan segera berakhir, dan Ollivia menolak pulang ke Inggris sebelum melacak keberadaan orang tua kandungnya. Itu berarti ia harus segera mencari pekerjaan baru supaya ia bisa tetap tinggal di New York.

Seolah-olah semua itu belum cukup memusingkan, Ollivia mendadak bertemu kembali dengan Rex Rankin - sahabat masa kecilnya, sekaligus cinta pertamanya yang gagal - yang muncul untuk menawarkan bantuan.

Kulihat dunia dalam matamu dan masa depan dalam senyummu.

Kilas Balik Cerita The Star and I 

Walaupun Ollie - panggilan dari orang-orang terdekat untuk Ollivia - di adopsi oleh keluarga Mitchell dengan kasih sayang yang melimpah, disatu sisi ia tetap penasaran siapa orang tua kandungnya, seperti apa sosok yang sudah melakhirkannya, kenapa mereka menitipkannya di panti asuhan dan tidak pernah mencarinya. Banyak hal yang ingin ditanyakan kepada orang tua kandungnya. Dan karena visi misi itulah yang membuat Ollie mengambil kesempatan saat mendapat pekerjaan sebagai aktor di New York.

Adakalanya orang-orang yang menghilang adalah orang-orang yang tidak ingin ditemukan. - hal. 249

Pertemuan mendadaknya dengan sahabat sekaligus cinta pertamanya Rex Rankin yang sudah tidak ditemuinya selama 9 tahun lamanya membuat harapan Ollie akan pencarian kedua orang tua kandungnya sedikit memberinya harapan. 

Padahal sebelumnya ia hampir putus asa, karena dari beberapa informan yang disewanya hanya mengincar uangnya saja, tapi tidak dengan hasilnya. Tapi begitu Rex - sahabatnya - muncul dan mengenalkannya dengan Robert Ramford seorang penyelidik swasta membuat harapan baru akan mimpi kecilnya bisa segera terwujud.

Tapi sayangnya saat proses penyelidikan berlangsung, banyak hal yang ia dapat dan dengar tentang fakta-fakta orang tua kandungnya yang sebelumnya tidak pernah sekalipun terpikirkan oleh Ollie. Apakah Ollie akan siap menerima fakta yang sebenarnya dirinya pun belum siap untuk tahu? Tapi mau tidak mau dia harus.

Disisi lain, karena Robert adalah bantuan dari Rex, mau nggak mau Ollie harus mempertahankan dirinya dari percikan perasaannya yang mulai membuatnya resah karena tidak sanggup menampung pesona dan kebaikan Rex untuk kedua kalinya. Dan apakah dikali kedua juga Ollie akan patah hati 'lagi'? 

Apa Pendapatku Tentang Buku Ini?

Well, berhubung Ilana Tan adalah salah satu penulis yang sangat aku tunggu-tunggu, setelah selesai membaca buku ini, aku cuma bisa bilang lumayan. Setelah hampir 5 tahun vakum, dibuku terbarunya ini aku nggak menemukan sesuatu yang baru dari karyanya. Masih seperti biasa dan bahkan di novel terbarunya ini agak sedikit tidak membuatku puas aku inginnya ditambah lagi part-nya khusus bagian Rex dan Ollivianya saja (dasar akunya yang haus romance) 😂

Masih dengan latar tempat musim dingin di New York, novel ini fokus bercerita tentang pencarian orang tua kandung Ollie. Dan merupakan trilogi dari buku Ilana Tan sebelumnya, Sunshine Becomes You dan In A Blue Moon yang juga sama-sama berlatar di New York.   

Walaupun demikian, kalau teman-teman mau membaca secara terpisah tidak masalah, karena dari ketiga buku tersebut tidak ada kaitannya sama alur cerita. Hanya tokoh-tokoh dibuku sebelumnya saja yang muncul. Seperti David King, temannya Lucas Ford, Nicholas Li temannya Sophie, bahkan Restoran Eastern Sea juga ada disini.

Alur Cerita

Seperti yang sudah aku ceritakan dibagian kilas balik cerita diatas, buku ini lebih dominannya pada proses pencarian orang tua Ollie, lebih dominan ya, bukan berarti nggak ada romancenya, tetap ada dong kalau itu. 

Awal-awal cerita aku kurang greget dengan gaya berceritanya penulis yang terkesan biasa-biasa saja. Tapi saat hampir mendekati ending dan saat proses penyelidikan akan pencarian orang tuanya Ollivia aku mulai ikut ngerasa emosional dengan karakternya. Lebin ke "kenapa penulis lebih memilih orang yang seperti itu?". Nggak nyangka aja sih.

Diceritakan menggunakan alur maju mundur dengan dibeberapa bagian akan kita jumpai flashback dari masa lalu para tokohnya. Eh betewe tokohnya banyak loh disini, cuma ya gitu kemunculan mereka hanya sekadar muncul dan pendukung jalannya cerita. Setelah sesi mereka selesai, akan muncul tokoh lainnya. Yang kerasa sih pada saat Mary dan Kate.

Seperti sahabatnya Ollie yang muncul saat pertemuannya dengan Rex setelah 9 tahun, terus pas Ollie mau curhat tentang hatinya yang galau itupun melalui telpon dan nggak banyak juga perannya. Dan masih ada beberapa tokohnya lainnya yang hilang timbul kemunculannya.

Kalau menurutku sih ya wajar-wajar aja. Karena banyaknya muncul karakter tokohnya juga buat penunjang jalannya cerita saat proses pencarian orang tuanya Ollie juga. Jadi ya semacam penulis mengajak pembaca untuk bermain tebak-tebakan ibu kandungnya Ollie.

Baca juga : Tujuh Hari untuk Keshia - Inggrid Sonya

Alur yang terkesan lambatpun masih bisa diterima karena demi membuka satu rahasia yang pastinya nggak langsung instan. Butuh proses dan alur dengan sedikit penjelasan yang lebih demi menuntaskan rasa pensaran dan tanda tanya dari pembaca.

Masih sama menggunakan sudut pandang POV orang ketiga dengan novel sebelumnya secara bergantian baik itu Ollie sendiri dan Rex, bahkan Robert pun mendapat bagiannya. Dan tokoh-tokoh lainnya juga ada seperti Mary misalnya.

Poin baiknya, dengan adanya POV ketiga ini aku sebagai pembaca bisa memahami dengan baik bagaimana perasaan setiap karakter tokoh-tokohnya. Alasan mereka memilih hidup dengan pilihan itu, sampai-sampai memilih hidup dengan menyingkirkan masa lalunya yang kelam dan lain-lain. Jadi dengan adanya POV ketiga ini bisa membantu menjawab tanda tanya dan rasa penasaran yang sudah muncul diawal. 

Walaupun dengan keputusan Kate aku kurang setuju, tapi seakan penulis ingin menegaskan bahwa, ada orang-orang diluar sana yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan masa depan tanpa melibatkan masa lalu.

Kuberitahu ya, wanita adalah makhluk membingungkan yang dipenuhi berbagai emosi bertolak belakang. Mereka menangis ketika bahagia, tertawa ketika kesal, dan marah-marah ketika khawatir. - hal. 165

Bahkan kejadian dimasa lalu yang membuat Ollivia dan Rex tidak saling berbicara, hingga komunikasi di antara keduanya pun nggak ada padahal kan mereka sahabatannya udah dari kecil. Ternyata begitu aku tau penyebabnya, "oh ternyata itu toh penyebabnya, pantes". 

Dan masih favoritku dibagian romancenya. Aku suka bagaimana cara Rex memberi perhatiannya kepada Ollie dan perasaan suka diam-diamnya mereka yang bikin greget. Belum lagi dengan kesalahpahaman di antara mereka itu yang lucu, lumayan menghibur dan dibuat senyum-senyum 😍 walaupun diawal-awalnya terasa canggung. 

Karakter Tokohnya

Rex, tipe laki-laki yang kalem, nggak banyak omong. Lebih suka tindakan dari pada ungkapin atau ngomongin sesuatu yang menurutnya lebih baik melalui tindakan. Karena kan Rex tipe-tipe cowok yang nggak pande nyusun kalimat-kalimat yang manis dan lagi Rex ini terlalu jujur orangnya. Kalau nggak suka ya udah selesai. Walaupun di satu sisi dia tipe yang dimata para cewek-cewek adalah cowok baik hati yang ternyata hanya memberikan harapan palsu, hihihih 

Katakan pada Clara, dia hanya buang waktu. Orang ini sulit. Hubungannya tidak pernah bertahan lama. Dia juga selalu menjadi pihak yang dicampakkan pada akhirnya. - hal. 39

Ramah dengan Ollivia tapi cuek bahkan terkesan dingin dengan cewek lain. 

Bahkan Ollivia saja yang sahabat dekat yang sudah mengenalnya lebih lama pun masih suka salah paham dengan sifatnya yang satu itu #pukpukOllie

Ollivia sendiri, tipe cewek yang ceria yang mudah akrab dengan orang yang baru ditemuinya. Mempunyai mimpi dan pencapaian yang besar dalam hidupnya Yang juga sangat menjiwai perannya sebagai aktor. Tak jarang dalam kehidupan sehari-harinya pun dia terkadang ikut berakting demi menutupi kebohongan yang sedang ditutupi misalnya.

Olivia mempunyai suara yang bagus dan bercita-cita ingin menjadi seorang aktor yang terkenal. Tak heran di setiap ia sudah memasuki dunianya, maka hal-hal yang sempat membuatnya risah dan resah membuatnya lupa sejenak. Dunia seakan berada dalam genggamannya.

Jadi tindakan Rex yang sederhana tapi bisa menyejukkan hati pembaca ini sekaligus menjadi pelengkap buat Ollivia. Hubungan yang manis yang tanpa mereka sadari, perhatian dan cara mereka saling menyikapi satu sama lain itu adalah paket lengkap untuk melengkapi satu sama lain diantara keduanya.

Untuk karakter tokohnya masih ada lagi , seperti Clara King, David King, Nicholas Li, Robert, Mary, Kate dan sahabatnya Ollivia. Hanya saja mereka sebagai pelengkap dan pendukung jalannya cerita. Jadi nggak aku jabarkan satu-satu lagi ya. Mereka punya perannya masing-masing di cerita jadi kemunculan mereka nggak mubazir 😉

Ehh betewe hubungannya dengan Nicholas Li kejutan loh buatku. Nggak nyangka ternyata mereka mempunyai hubungan yang seperti itu, diluar dugaanku banget.

Novel Ilana Tan

Kover buku Ilana Tan yang Terbaru

Menggambarkan kota tersibuk walaupun ditengah malam sekalipun suara sirine selalu akan terdengar. Cocok sama latar tempat novelnya. 

Juga pilihan warnanya yang pink juga terkesan manis sangat menggambarkan hubungan antara Ollivia dan Rex. Overall, untuk kover aku kasih 4/5 bintang 😍

Pesan

Selain alur cerita yang asyik, The Star and I juga menyimpan banyak pesan buat pembacanya, diantaranya;

Melalui buku The Star and I ini, Ilana Tan ingin memberitahu kepada kita semua bahwasannya, dalam kemustahilan pasti ada harapan. Seperti yang terjadi pada sosok Ollie saat mencari keberadaan orang tua kandungnya di kota tersibuk sekalipun dengan minimnya informasi. Tapi Ilana Tan berhasil menggabungkan hal-hal yang mustahil menjadi sebuah harapan dengan hasil yang diluar dugaan yang bahkan sebelumnya tidak yakin akan berhasil.

Dan tidak semua hal yang kita yakini akan berjalan sesuai dan sama persis seperti yang kita inginkan. Tapi cobalah untuk menerimanya. Seperti kata-kata Rex untuk menyemangati Ollivia, "semua akan baik-baik saja."

Dan yang terakhir, ungkaplah apa yang ingin kita ungkapkan kepada seseorang. Karena tidak semua orang paham dengan keterdiaman kita tanpa kita ungkapkan. Jika tidak ingin kesalahpahaman datang setelahnya. Dan rasa-rasanya jujur akan selalu menjadi pilihan yang terbaik.

Aku bukan cenayang. Aku tidak bisa membaca pikiranmu. - hal. 305

Kesimpulan

Overall, walaupun buku trilogi New York ini tidak memberikan kepuasan yang mendalam buatku tapi aku tetap bisa menikmati dan menyukai bagaimana perjalanan proses pencarian dan harapan Rex dan Ollivia dengan hal-hal yang terjadi di dalamnya dan juga tentu saja hubungan manis kedua tokoh utamanya.

Disatu sisi aku merasa kurang puas dengan perkembangan hubungan Rex dan Ollivia yang biasa saja apalagi dengan endingnya, tapi mungkin penulis hanya ingin menyudahinya sampai disitu. Yeaahh tetap aku berharap akan ada kelanjutan dari kisah dari Ollivia dan Rex (siapalah aku ini sampai-sampai penulis mau mengabulkannya, wkwkwk)

Dan meskipun ada beberapa kekurangan yang aku rasa saat membaca buku ini, tidak membuat buku ini nggak layak dibaca, justru sebaliknya. Apalagi untuk melepas kangen dengan karya terbarunya Ilana Tan, The Star and I bisa membuat penggemarnya bernostalgia dengan tokoh-tokohnya, sekaligus penutup dari kisah berlatar musim dingin di New York.

Aku kasih 3/5 bintang deh buat keseluruhan isi cerita dan alurnya buat novel The Star and I karya terbarunya Ilana Tan.

#happyreading

Related Posts

5 comments

  1. Wuaa, tidak memberikan kepuasan yg mendalam? 😆😆 Entah kenapa aku ngerasa karya2 Ilana Tan selain tetralogi 4 musim memang ga terlalu wow yaa. Huhu.. Tp tetap aja, masih sangat layak buat dibaca. Dan aku ttp penasaran buat baca ini 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkw, ditunggu reviewnya juga.
      Dan mari kita lihat apakah akan sama denganku yang "tidak memberikan kepuasan yang mendalam"?? :D

      Delete
  2. Dari karya Ilana Tan yang empat musim, plus trilogi ini, saya baru membaca satu buku, Autumn in Paris. Ini yang bikin saya tidak begitu antusias begitu kover novel ini wara-wiri. Kesan yang saya dapatkan saat membaca karya beliau, roman dan dramanya kuat sekali. Pemilihan diksinya pun tidak mendayu, justru condong ke sederhana.

    Kover buku ini justru sedikit membuat saya malu kalo harus baca bukunya di tempat umum. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm aku sih kalau utk 4 musim suka dan berkat buku2 itu juga yg buatku jadi menunggu karya2nya penulis yang baru. Yaa wlpn buku2 setelahnya nggak seberapa kusuka sprti buku sebelumnya, hehehe

      Wkwkwkw, dilapisin buku lain kak biar gk kelihatan :D

      Delete
  3. Aduuh aku belum kenalan sama buku-buku ini, ini penulis asal koreakah? wkwkwk jadi ketahuan bacanya masih kurang ..

    ReplyDelete

Post a comment

Follow by Email