Tips Cara Jadi Fotografer Pake HP untuk Pemula

Konten [Tampil]

Tips Fotografi

Jangan pernah ragu untuk hobi foto dengan alat yang seadanya. Fotografi bisa memanfaatkan kamera smartphone yang kita miliki untuk memulai semuanya itu. 

Di era yang semakin canggih sekarang ini rasa-rasanya hasil jepretan kamera digital dengan kamera smartphone sudah sangat sulit dibedakan dalam kondisi tertentu.

Nah untuk itulah, ambil smartphone kamu, dan mari kita belajar untuk mengoptimalkan hasil bidikan dengan hasil jepretan kamu akan sangat memuaskan dan keren *uhukk* 

Nggak hanya untuk dibidang fotografi saja sih yang membutuhkan hasil bidikan keren dengan hasil yang memuaskan, tapi juga dalam dunia blogging. Untuk mendukung tulisan para blogger agar pembaca atau pengunjung blog tidak hanya fokus pada full tulisan tapi juga dibutuhkan selingan berupa foto-foto yang mendukung isi tulisan tersebut. 

Masih lanjutan dari Webinar Marathon Coaching Growthing.id yang berlangsung selama tiga malam berturut-turut kemarin, kali ini aku akan berbagi materi disesi dua yang di sampaikan oleh Mba Gilang. Seorang blogger sekaligus pembaca novel ini berbagi tips tentang bagaimana cara mengabadikan objek dengan kamera smartphone. 

Baca juga:
Pada umumnya fotografi selalu melekat pada apapun jenis pekerjaan ataupun hobi. Beruntunglah kita di zaman sekarang untuk menjadi seorang fotogenik tidaklah sulit. Hanya butuh belajar dan sering-sering latihan saja maka lama-lama juga akan menghasilkan hasil yang nggak kalah berkelas dan cukup hanya bermodalkan kamera smartphone yang kita miliki.

Begitupun dengan para blogger. Untuk mendukung sebuah artikel juga dibutuhkan foto untuk mendukung isi tulisannya mereka agar lebih berwarna dengan gambar pendukung dari tulisan tersebut. Sehingga pengunjung tidak hanya fokus pada bacaan yang membuat bosan tapi juga ada selipan gambar atau infografis yang mendukung di dalam artikel tersebut.

Manfaat Cara Jadi Fotografi Pake HP Artikel Blog

  • Mendukung isi artikel yang sedang dibahas dengan memasukkan gambar visual yang sesuai 
  • Menarik banyak perhatian dari pengunjung blog 
  • Sebagai pembatas dari beberapa paragraf agar pengunjung blog tidak lelah dan merasa jenuh saat membaca artikel yang panjang 
  • Artikel di share oleh pengunjung blog lebih besar 
Untuk menghasilkan hasil jepretan sendiri tidak perlu harus ada kamera digital kok. Karena sekarang ini cukup hanya bermodalkan smartphone yang sudah kita miliki tentu akan lebih mudah dan kita bisa memotretnya sesuai dengan bidikan objek yang kita inginkan. Dan besar kemungkinan dengan hasil foto yang bagus kita bisa banyak menarik perhatian orang-orang untuk datang ke blog kita loh.

Sumber Foto Gratis

  • Dari situs penyedia gambar seperti Pixabay, Pexels, Unsplash, Flickr, Freelmages, dan lain-lain
  • Foto hasil jepretan sendiri
Kalau tidak memiliki gambar atau foto sendiri kita juga bisa menggunakan gambar yang disediakan oleh banyak situs-situs penyedia gambar gratis tanpa perlu repot-repot kita memikirkan copyright. Karena gambar-gambar yang disediakan disana termasuk legal. Jadi aman.

Banyak cara untuk bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal. Asal ada kemauan dan keinginan insya Allah artikelnya pun akan terlihat lebih rapi dan berwarna karena didukung dengan gambar-gambar dan hasil foto sendiri.


Tips fotografi sendiri


Jika memang ada smartphone belajarlah untuk memotret sesering mungkin. Melatih diri. Karena dengan kita menggunakan foto original sendiri tentu saja mempunyai dampak positif yang lebih banyak, apalagi kalau fotonya kita tambahkan ke dalam artikel yang sedang kita tulis dan juga mempunyai nilai yang lebih dimata pengunjung dan klien.

Adapun kelebihan yang dimiliki oleh smartphone adalah

  • Hampir semua orang memilikinya 
  • Bawannya yang ringan sehingga mudah dibawa kemana-kemana dan digunakan
  • Tidak perlu repot-repot untuk transfer file  
  • Hasil fotonya bisa kita edit langsung di smartphone
  • Sangat mendukung untuk melengkapi artikel blog dan posting di media sosial
Seperti pada beberapa postingan review buku, aku selalu menggunakan hasil jepretanku sendiri untuk mendukung isi reviewnya (keseringan sih aku foto bukunya yang bagian kovernya saja. Kadang ada juga aku sertakan kutipan di dalam buku) dan kebetulan lagi aku foto untuk sekalian  postingan di Instagram juga, wkwkwkw.

Apa saja yang perlu disiapkan?

1. Ponsel kamera

Yang harus dipersiapkan terlebih dahulu adalah kamera smartphone. Nah untuk resolusinya, boleh berapa saja, tergantung kita yang menggunakannya. 

Karena jika ponsel beresolusi rendah pun kalau sudah terbiasa dan sering berlatih untuk motret insya Allah akan menghasilkan hasil jepretan yang lumayan juga sesuai kapasitas kameranya masing-masing. Dan poin penting sebelum memulai jangan lupa atur kualitas gambarnya berada di “hight quality” ya.

2. Pencahayaan

Pada dasarnya pencahayaan terbagi dua, yaitu cahaya alami (dari sinar matahari langsung maupun tidak langsung) dan cahaya lampu.

Untuk pencahayaan ini tergantung kemampuan pribadi masing-masing saat membidik objek yang ingin difoto. Karena ada sebagian orang lebih pandai mengatur cahaya dari lampu ketimbang cahaya matahari, begitu pun sebaliknya.

Nah, kalau dari pengalaman aku pribadi sih aku lebih suka menggunakan cahaya dari matahari tidak langsung dan memanfaatkan sinar cahaya matahari sekitar pukul 2 siang sampai dengan sekitaran 4 sore. Karena pada saat itu posisi cahaya matahari menyelinap ke kamarku dan saat itulah proses bidikanku sedang beraksi, hehehe. 


Fotografi Smartphone

Jadi ada beberapa pendapat yang bilang kalau untuk waktu pengambilan foto  yang bagus itu ada di sekitaran jam 9 pagi, karena cahaya mataharinya yang tidak terlalu tajam. Tapi itu semua balik lagi ke keahlian diri masing-masing aja sih. 

3. Tema dan komposisi

Tentukan tema dan komposisinya sebelum mulai memotret objek. Misal, aku ingin foto buku dengan tema sederhana dan nggak pakai ribet. Aku akan menyiapkan beberapa barang pendukung seperti bunga/pulpen, karena tidak perlu banyak barang pendukung, jadinya aku lebih gampang saat mengatur posisinya agar enak dipandang dan tidak berserakan juga.

Dibagian ini sih tergantung selera aja sih. Kadang kalau kita terlalu mengikuti tips orang lain, malah nggak sesuai dengan hati nurani kita sendiri. Gunakan feeling.

Untuk komposisi, kita bisa mengatur objek fotonya berada di tengah, di pinggir atau diatas benda yang lain.

4. Pilih backdrop/background

Untuk bagian ini teman-teman bisa memanfaatkan kertas HVS sebagai alas foto atau kain jilbab yang berwarna atau polos tergantung teman-teman ingin memotret yang seperti apa.

Kalau dari pengalaman aku sih berhubung sudah punya alas foto sendiri (punya beli, hehehe). Untuk pilihan alas foto ini keseringannya aku pakai yang model kayu hitam, walaupun sudah ada beberapa pilihan alas foto tetap sukanya yang hitam-hitam. Kalau ini juga sesuai pilihan hati sendiri ya.

Baca juga

5. Nuansa dan properti yang secukupnya

Ada tipe orang yang puas sama properti yang secukupnya tidak penuh dan berserak sehingga bisa mengganggu objek yang difoto dan juga sebaliknya. Dan untuk hasilnya tetap keren dan fotogenik kok walaupun propertinya tidak rame. Karena memang keahlian tangan untuk memotret dari setiap orang itu berbeda-beda.

6. Angle fotografi

Ada beberapa pilihan angle yang bisa teman-teman pilih sesuai selera masing-masing;
  • Eye view – normal. Metode pengambilan foto yang sejajar dengan objeknya 
  • Low angle. Posisi kamera lebih rendah dari objek foto 
  • High angle. Posisi kamera lebih tinggi dari objek yang difoto 
  • Bird’s eye view / flatlay. Objek foto berada dibawah dengan posisi ‘rebahan’ dengan posisi kamera tepat di atas dalam posisi lurus.
Untuk persiapan sebelum memotret ini aku rasa tergantung masing-masing individunya juga. Ada sebagian orang yang benar-benar menyiapkan segala sesuatunya dengan rapi, dan ada juga memotret dengan hanya menggunakan feeling-nya saja. Memotret ala kadar tapi hasilnya tetap memuaskan. Atau bisa juga teman-teman mencari referensi terlebih dahulu untuk posisi pengambilan gambarnya, bisa melalui id.pinterest.com .

Untuk pemula ada baiknya mempersiapkan dan menggunakan langkah-langkah persiapan diatas demi menunjang dan melatih diri demi hasil yang bagus juga.

Gimana?

Mudah bukan mempraktikkan tips-tips fotografi dengan hanya bermodalkan smartphone saja.

Oiya, ada satu pesan dari Mba Gilang selaku narasumber di Marahthon Coaching hari kedua, beliau mengatakan ada baiknya untuk menghasilkan hasil foto yang bagus dan keren, sering-seringlah untuk memotret objek dan gunakan instuisi/feeling, dengan begitu kemampuan kita akan semakin terasah. Untuk hasil yang bagus itu tergantung seleran masing-masing.

Nah itulah beberapa tips fotografi keren dengan menggunakan smartphone dari Mba Gilang dan beberapa tips tambahan dari aku pribadi.

Semoga tipsnya bermanfaat buat aku, kamu dan kalian semua ya. 

Happy weekand ☺

Related Posts

Post a Comment