BOOK REVIEW | STAY UGLY - KAHLUI

4 comments

Judul Buku : Stay Ugly
Penulis : Kahlui
Editor : Utiuts & Keinesasih
Penerbit Clover
Cetakan Pertama, 2019
ISBN : 978-602-4808-1-43

B L U R B

Sola menderita karena kutukan permanen yang membuat wujudnya terlihat jelek. Hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik dari orang-orang. Satu-satunya tempat yang mau menerima Sola tanpa peduli tampang, hanyalah ekstrakurikuler teater – teater Hawe. Lalu ketika Teater Hawe terancam dibubarkan karena kekurangan anggota, tentu saja Sola akan berjuang supaya Teater Hawe bisa bertahan.

Akan tetapi, yang sama ngototnya menolak pembubaran hanya Yasha. Cowok tampan dan terkenal, yang keanggotaannya di Hawe menjadi misteri tak terpecahkan di sekolah. Sempurna. Terlalu sempurna ketika sikapnya juga baik kepada Sola yang terbuang. Sola curiga, karena dia percaya bahwa orang yang benar-benar baik tidak mungkin ajahnya rypawan juga seperti Yasha.
***
Walaupun tampak seperti kota biasa, Gandaloka menyimpan kekuatan sihir amat besar. Kaum siluman bernama Demit menghuninya sejak lama. Mereka tinggal di antara manusia. Mereka juga berteman, mendendam, dan jatuh cinta, seperti manusia. “Magical Tales of Gandaloka” mengabadikan kisah mereka.


K I L A S    B A L I K

Karena kutukan Kelambu yang dideritanya serta dua kejadian masa lalu yang sangat membekas dibenaknya, Sola mulai membentengi dirinya sendiri dari orang-orang sekitar dengan bersikap ketus dan tak acuh. Bahkan Sola semakin tegas dan berani untuk membalas orang-orang yang melihatnya dengan tatapan jijik dengan cara melototi balik ataupun mengatainya balik.

Puncaknya pada saat Teater Hawe satu-satunya tempat yang selama ini menjadi tempat yang bisa membebaskan Sola dari dunia luar terancam dibubarkan dan mendadak Yasha salah satu anggota Hawe menjadi dekat dengannya demi nasib Hawe ke depannya dengan segala pemikiran rasionalnya yang semakin membuat Sola sadar bahwa ia telah salah menilai sosok Yasha selama ini. Dan bergabungnya Gaidha di Hawe menambah kesan lain yang selama ini tidak pernah dialami langsung oleh Sola, padahal Gaidha adalah saudara kembar dari klub saingan Hawe yang membuat Sola kalang kabut gotot mempertahankan ekstensi Teater Hawe.

B O O K    R E V I E W

Stay Ugly merupakan bagian dari seri Magical Tales of Gandaloka yang ‘katanya’ untuk seri ini bisa dibaca terpisah tanpa harus sesuai urutan serinya (karena ini bacaan pertamaku untuk seri ini, jadi aku belum bisa membandingkan dengan yang lain).

Aku yakin muka dan reputasi memang bagian dari seseorang, tapi nggak akan pernah mendefinisikan seseorang secara utuh.” – hlm. 85

Di bagian pertama kita akan disuguhkan kejadian awal mula Sola dikucilkan oleh teman-teman sekolahnya bahkan guru-gurunya pun ikutan, padahal yang seharusnya seorang guru itu membimbing anak-anak lain untuk tidak berperilaku buruk atau menjelekkan  Sola secara terang-terangan seperti itu. Sola dikucilkan karena rupanya yang jelek diakibatkan kutukan kelambu menimpanya (nama kutukannya lucu yaaa :). Setiap orang yang melihat wajahnya akan mengernyit jijik dan segera menjauh. Dan karena itu pula Sola mulai menilai bahwa orang-orang yang berteman dengannya karena rasa kasihan saja. Bahkan untuk Yasha sekalipun, yang awalnya dikira Sola tulus berteman karena Yasha tidak pernah memandangnya seperti orang-orang yang selama ini memandangnya. Namun satu rahasia besar yang terkuak memupus semua harapan Sola terhadap Yasha.

Emangnya ada, orang yang mau tulus, nggak peduli seperti apa pun penampilan lawan bicaranya?”. – hlm. 148

Untuk alurnya sendiri menggunakan alur maju walaupun ada bagian flashback dengan cara diceritakan kembali oleh si tokoh, misal pada ingatan Sola akan masa lalunya. Menggunakan POV orang ketiga dari setiap karakter tokoh-tokohnya secara bergantian membuat aku bisa memahami bagaimana setiap karakter dan perasaan para tokohnya masing-masing terutama Sola yang sangat menjaga dirinya dari orang-orang yang memandangnya jijik. Bukan tanpa alasan ia bersikap seperti itu.

Interaksi antar tokoh-tokohnya pun lucu dan menggemaskan. Apalagi semenjak kehadiran Gaidha yang ceplas-ceplos, suasana di alur ceritanya jadi semakin asyik diikuti dan terasa berbeda. Yasha yang perlahan mulai banyak menanggapi, juga ada Yoga si galak tapi sangat perhatian, dan Hosea si polos nan baik hati. Apalagi penulis menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah kita pahami jadi membuat kisah mereka jadi lebih santai.

Yang masih membuat aku bertanya-tanya sampai aku selesai baca buku ini adalah alasan dibalik Sola terkena kutukan Kelambu yang tidak dijelaskan. Seperti kenapa dan siapa yang mengirimkan kutukan tersebut kepada Sola atau ada hal-hal pemicu lainnya tidak diceritakan. Hanya gambaran tentang seperti apa kutukan Kelambu itu saja. Bahkan untuk kota Gandalokanya sendiri serta keluarga klan-klan sihirnya dan para Demitnya tidak dijelaskan lebih dalam, hanya gambaran umum saja. Walaupun demikian buku ini tetap enak dibaca kok, mengingat jumlah halamannya yang tergolong sedikit tetap aura tegang saat konflik terjadi sangat terasa. Btw aku suka saat adegan para tokohnya mengeluarkan kekuatan masing-masing, terasa magicnya.

Buku ini bersetting di Kota Gandaloka dimana kaum siluman yang bernama Demit hidup berdampingan dengan kaum manusia dengan cara mengubah tampilan asli mereka dengan menyerupai rupa manusia pada umumnya. Dan saling berbaur satu sama lain.

Untuk endingnya sendiri, aku ngerasa ditipu mentah-mentah. Padahal aku sudah menunggu sesuatu yang (mungkin) akan terjadi di antara “mereka”. Tapi sayangnya aku harus cukup puas diri dengan ending yang disediakan penulis. Yaahh mungkin memang seharusnya seperti itu.


Overall, untuk kamu yang menyukai bacaan teenlit dengan genre fantasi berbumbu romance aku saranin buku ini jadi bacaanmu selanjutnya.

R A T I N G 

 

Related Posts

4 comments

Post a comment

Follow by Email