Mau Beli Buku Asli Tapi Kemahalan? Ini Solusinya!!

4 comments
Mau beli buku asli tapi kemahalan? ini solusinya

Sekarang ini lagi riyuhnya sama pembajakan buku yang beredar di kalangan masyarakat baik itu melalui situs online, file PDF yang disebar secara gratis, bahkan di toko buku sekalipun. Miris sekali. Yang sebenarnya masalah pembajakan buku yang ada di Indonesia ini sudah penyakit lama, tapi makin ke sini penyakit pembajakan bukunya semakin merajalela, tidak ada jera. 

Kenapa?
*Bisa kalian bantu share jawab di kolom komentar dibawah ini jawaban menurut kamu sendiri yaa.. 

Yang sebenarnya di rugikan dan diuntungkan disini siapa sih? 


Yaa tentu saja penerbit, penulis, dan orang-orang kreatif lainnya yang bekerja dibalik layar terbitnya sebuah buku. 

Kenapa? Karena royalty yang seharusnya mereka dapatkan dari penjualan buku jadi minim. Kerja kerasnya mereka selama proses penerbitan sebuah buku tidak dihargai karena adanya pembajakan buku. 

Nah, sedangkan bagi yang menjual buku bajakan malah untung besar. Mereka tidak perlu repot-repot untuk berpikir dan bekerja keras, hanya memperbanyak isian buku tanpa izin dari penerbitnya lalu menjual kepada mereka (pembaca) yang mencari buku murah yang penting isi bukunya sama. That’s it.

Gimana dengan yang beli buku bajakan itu sendiri?? Rugi kah? atau juga malah untung? 

Rugi juga. Kenapa? 

Karena buku bajakan itu lembaran halaman bukunya tipis, mudah sobek, bagian cerita ada yang hilang, tulisan yang kurang jelas, bahkan ada terselip halaman kosong, dan masih ada hal-hal lainnya. Jadi ada baiknya agar kita pembaca tidak membeli buku bajakan.

 Jangan mau terperdaya dengan yang murah-meriah. Masih banyak kok diluar sana buku-buku yang bisa kita dapatkan dengan harga murah, yaa tunggu saja diskon besar-besaranya. 

Kadang penerbit pun ada menyelenggarakan diskon besar kan. Atau baca via aplikasi, di zaman sekarang ini banyak sekali kemudahan yang bisa kita peroleh dengan bacaan gratis yang legal. Asal ada kemauan pasti ada jalan.

Gimana solusinya?

Agar kalian (pembaca) yang mencari buku murah atau bacaan gratis sekarang ini banyak sekali solusinya. 

Kalan bisa membaca buku gratis via aplikasi.

Sekarang ini banyak sekali di playstore, dan sejenisnya yang menyediakan berbagai aplikasi pustaka digital secara gratis. Kalian hanya perlu sedikit kuota internet untuk mengunduh buku yang ingin kalian baca, lalu kalian bisa baca secara gratis bahkan tanpa harus mengaktifkan internet kalian. Semudah itu. 

Seperti iPusnas, iJakarta misalnya dan i-i lainnya di playstore/sejenisnya. Bahkan untuk Aceh sendiri sudah punya pustaka digitalnya di playstore yaitu iPustaka Aceh. 

Untuk buku-bukunya sendiri kalian jangan takut ketinggalan update bacaan terbaru, di pustaka digital ini, buku-buku terbaru pun terkadang sudah tersedia seperti buku yang terbit di tahun sebelumnya (2018). Kurang bahagia apa lagi coba yang hobi baca tapi nggak punya modal.

Kemudian ada aplikasi Gramedia Digital, nah disini kalian hanya perlu sedikit mengeluarkan uang untuk berlangganan bacaan di dalamnya sepuas kalian, bahkan kalian bisa berlangganan yang Premiumnya dan bisa join bareng teman-teman kalian untuk patungan harga selama satu bulan. 

Untuk buku bacaannya, tentu saja tersedia buku-buku baru bahkan yang baru terbit sekalipun. 

Membeli Buku Bekas

Selain membaca buku gratis via aplikasi, kalian juga bisa membeli buku bekas/koleksi pribadi (kolpri) dari teman-teman booklovers lainnya. Mereka yang menjual buku bekas tentu saja berharap dengan buku-buku koleksinya yang terjual dan tidak dibaca lagi, ingin membeli buku baru lagi. 

Nah sekarang ini tentu saja sudah banyak sekali teman-teman bookstagrammer (khususnya) yang menjual buku kolprinya bahkan sampai ada yang membuka akun khusus untuk buku-buku yang dijual. 

Bagaimana dengan harganya? 
Harga yang ditawarkan bahkan ada yang 50% dari harga beli. Dan untuk melihat asli atau nggak bukunya, kalian bisa melihat dari kesehariannya memposting buku atau meminta jaminan sebelum membeli jika kedapatan buku yang dijual adalah bajakan. Atau kalian bisa cari melalui hastag-nya #jualbukumurah #jualbukubekas dan sebagainya.

Mengikuti kuis/giveaway buku gratis

Sekarang ini banyak sekali akun-akun atau bahkan dari penerbit dan penulisnya mengadakan kuis yang berhadiah buku-buku terbitan atau karya mereka sendiri secara gratis. 

Baik itu di Instagram (sekarang ini paling rame disini, kalian bisa cek di hastagnya #giveaway), Twitter, atau mungkin di blog dan bahkan di facebook pun kadang ada walaupun sekarang sepertinya sudah jarang sekali, karena kebanyakan orang-orang sekarang ini pada hijrah ke Intagram. 

Untuk mengikuti kuis/giveaway-nya sendiri kalian hanya perlu memenuhi persyaratan yang di ajukan si pembuat kuis, misalnya di Instagram. Kalian harus follow akun penerbit dan penulisnya, terus disuruh share di post feed kalian atau hanya di story. Nah setiap pembuat giveaway/kuis ini punya syarat yang berbeda-beda tentu saja.

Meminjam buku di rental

Di zaman yang serba canggih ini, sekarang dalam hal meminjam buku dan sebagainya nggak harus ada toko rentalnya dulu baru bisa pinjam. 

Di Instagram sendiri ada akun buku pribadi yang menerima jasa pinjaman buku dengan ongkir kirim ditanggung si peminjam dan untuk jasa pinjaman gratis, ada juga yang berbayar. 

Nah kalau kalian berada satu daerah denganku di Aceh (aku di Aceh Timur) kalian bisa pinjam bukuku. Kebetulan aku pun buka jasa pinjam-meminjam dengan catatan orang yang minjam bisa amanah dan bisa menjaga buku yang dipinjam dengan sebaik-baiknya.

Gimana?

Dari ke empat pilihan saran di atas, tentu saja masih banyak saran-saran lainnya. Dan itu tergantung di kalian sendiri mau mensejahterakan hidupnya para pembajakan buku atau penerbit dan penulisnya sendiri. 

Kalau aku sih tentu saja penerbit dan penulisnya. Karena dengan kita mendukung karya-karyanya mereka, mereka (penulis terutama) akan semakin bersemangat untuk menuangkan ide-ide yang ada di dalam pikirannya untuk dituangkan ke dalam tulisan yang kemudian di terbitkan oleh penerbit dan kemudian tentu saja kita juga yang menikmatinya sebagai pembaca.

Coba seandainya karya kita atau hasil kerja keras kita di tiru/dicontek oleh orang lain lalu dijual dengan harga murah? Marahkah kita? Kecewakah kita? Tentu saja. Dan hal serupa pun berlaku bagi mereka yang karyanya diperbanyak tersebut. 

Untuk aku pribadi yang tinggal di kota kecil, jika ingin ke toko buku Gramedia harus menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam untuk ke Banda Aceh dan 5 jam untuk ke Medan. Nah, dari pada aku harus menempuh jarak yang segitunya, aku lebih memilih menikmati fasilitas yang mudah dan yang sudah ada agar hobi membacaku tidak berhenti karena jarak yang tidak terjangkau. 

Terkadang aku memanfaatkan fasilitas online, walaupun harga ongkos kirimnya luar biasa mahal tapi buatku yang tinggal di kota kecil beli buku via online dengan beli buku langsung di gramedianya sama saja mahalnya. Lain ceritanya jika aku sedang berkunjung ke dua kota tersebut, tentu saja aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin dengan berkunjung ke Gramedia. 

Ada banyak cara untuk bisa membaca walaupun tidak punya modal untuk membeli buku dan tentunya tidak dengan membeli buku bajakan atau link-link buku illegal yang beredar. 

Semoga postingan ini bisa membantu kalian teman-teman diluar sana agar tidak lagi membeli buku-buku bajakan ya.

#KatakanTidakPadaPembajakan
#StopPembajakanBuku

#LawanPembajakanBuku
#LawanPembajakan
#PenerbitBersatuTakBisaDikalahkan

Related Posts

4 comments

  1. Buat aku ngerasa baca di perpustakaan digital bener2 membantu. Buku yang dibaca jd meningkat sejak tau banyak buku bagus juga kaya di Ipusnas gt. Favorit kedua, beli buku bekas soalnya harganya yang super miring. Hehehe.
    Btw salam kenal ya mba.. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuppp bener bangett..
      Walaupun aku pribadi lebih suka yg gratisan jd yaa lebih milih manfaatin pustaka digital, hehehhe

      Salam kenal kembali Thessa :)

      Delete
  2. Favoritku beli di toko buku bekas murah wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeayy. lebih hemat dan kualitas bukunya juga kadang nggak mengecewakan ya mba :D

      Delete

Post a comment

Follow by Email