Book Review | The Man Who Plays Piano - Rufin Dhi

36 comments

Aku telah jatuh cinta… sebelum bertemu dengannya

Bagaimana menjelaskan perasaan yang tak ada logikanya ini? 
Jatuh cinta pada orang yang belum pernah dia temui…
Anka sembarangan menamainya Tuan Pianis, orang yang bertanggung jawab atas permainan piano indah yang mengalun dari gedung di sebelah perpustakaan.
Laki-laki itu begitu misterius sekaligus memancing rasa penasaran. 
Pesan-pesan yang dia tinggalkan untuk Tuan Pianis dibalas dengan tak kalah antusiasnya.
Anka tak ingin laki-laki itu terus jadi anonim.
Sudah saatnya berhenti menerka-nerka siapa jati diri Tuan Pianis yang sebenarnya.
Anka pun memberanikan diri untuk merisikokan hati demi memuaskan rasa penasarannya. Dia ingin lebih dekat pada orang yang bertanggung jawab atas binar-binar di mata dan debar-debar di dadanya ini.
Sayangnya, Anka tak tahu kalau setelah pertemuan penuh kesan itu, Tuan Pianis yang dia kagumi itu kelak akan membuatnya merasa terpuruk.
Risiko jatuh cinta, kalau kata orang-orang.
Salah sendiri mencurahkan segenap perasaan tanpa piker panjang 
hingga yang kini tersisa sekarang hanya hati yang kosong… dan retak.

K I L A S   B A L I K


Perpustakaan fakultas adalah tempat yang paling nyaman untuk menyendiri bagi Anka, namun beberapa bulan belakangan Anka menjadi rutin berkunjung ke perpustakaan hanya demi mendengar alunan permainan piano dari gedung musik sebelah yang tidak terpakai. Alunan piano itu selalu terdengar di waktu yang tidak pernah berubah dan akan berakhir di waktu yang sama setiap harinya.

Berkat rasa penasarannya, Anka memberanikan diri secara diam-diam untuk mendengar permainan piano misterius itu dari jarak dekat, semakin dekat dengan alunan pianonya semakin membuat Anka jatuh cinta dengan permainan Tuan Pianis (julukan Anka untuk pemain piano misterius) dan setiap hari Anka akan mengendap-endap untuk mendengar secara dekat dan merekamnya untuk diperdengarkan kepada adiknya yang sedang sakit keras membuat Anka semakin bersemangat. Karena berkat alunan piano Tuan Pianis, Erika adiknya bisa kembali tersenyum dan bersemangat.

Anka sangat ingin berterima kasih secara langsung kepada Tuan Pianis berkat permainannya, adiknya bisa kembali seperti dulu. Namun Anka harus berpuas diri hanya bisa mengucapkan terima kasihnya melalui surat. Dan si Tuan Pianis tanpa di sangka pun membalas suratnya, dan menjulukinya sebagai nona Pengagum. Interaksi mereka semakin intens walaupun hanya berbalas melalui surat, Anka bisa merasakan perasaan lain yang muncul di dalam dirinya.

“Tuan Pianis, kita nggak pernah saling bertemu. Kita bahkan nggak tahu identitas masing-masing. Semuanya masih tanda-tanya. Tapi… apakah aku boleh… memiliki perasaan yanglain untukmu? – hlm. 105

Sampai kapan Anka menulis dan berbalasan surat bersama Tuan Pianis?
Bagaimana reaksi Anka saat mengetahui sosok sebenarnya si Tuan Pianis?

Review


WEOWE!.
Seperti sedang mendengar alunan piano, begitulah aku membaca buku ini. Santai, pelan-pelan, dan aku sangat menikmati setiap babnya. Plot ceritanya pas, tidak terkesan buru-buru, tidak lambat juga, tapi bisa menuntas semua rasa penasaran aku dari awal membaca buku ini. Ada sensasi berbeda saat aku membaca buku ini, ntah apa sebutan yang cocok untuk buku ini. Sweet yang tidak berlebihan, ada beberapa bagian yang bikin gemas saat membacanya. Wajar saja jika buku ini menjadi juara ketiga di ajang kompetensi menulis Sweet and Spicy di penerbit Twigora.

Yang menjadi titik fokus pada buku ini adalah hubungan dan kasih sayang Anka terhadap adiknya, Erika yang sedang di rawat di rumah sakit karena mengidap penyakit parah dan si Tuan Pianis yang berperan penting berkat permainannya. Walaupun demikian, aku nggak pernah merasa bosan dan jenuh di setiap alurnya, malah sebaliknya. 

Aku menikmati secara keseluruhan. Aku suka bagaimana penulis menggambarkan hubungan kedekatan antara Anka dan Erika, chemistry keduanya dapat dan aku suka. Dan penulis berhasil membuat buku ini menjadi sesuatu yang berbeda. Dan hubungan Tuan Pianis dan Anka pun menggemaskan sekali. Berbalasan surat tanpa mau membuka jati diri karena kesepakatan  mereka berdua melalui surat. Oiya, dibagian surat-suratan ini mengingatkan aku pada buku P.S. I Like You karyanya Kasie West. Sama-sama berinteraksi melalui surat, tanpa tahu idenditas si pembalas surat. So romantic, hehehe

Selain karakter tokoh Tuan Pianis, Anka dan Erika, ada juga karakter pendukung lainnya yang tentunya tidak kalah mengasyikkan dan membuat buku ini semakin mengemaskan dan manis pada tempatnya tidak secara berlebihan. Ada Winona, sahabat Anka, yang menjadi daya tarik di kampus karena kecantikannya, menyukai Dirga yang kebetulan Dirga ini sangat dihindari oleh Anka, karena Anka percaya kalau Dirga itu pembawa masalah seperti gosip yang beredar di kampus. 

Ada dokter Raka yang ternyata belakangan mempunyai keterkaitan dari rasa penasaran Anka pada seseorang yang sangat ingin diketahuinya. Bastian yang ganteng dan ramah. Dirga yang penampakannya judes yang selalu membuat Anka kesal karena tatapan memicingnya. Rizzi, si manis dari jembatan Ancol #ehh si manis yang selalu tersenyum yang bisa bikin hati pembaca meleleh oleh senyumannya. Aku padamu Zi #TimRizi, hehehehe

Menggunakan POV orang pertama dari Anka, membuat kita sebagai pembaca bisa memahami dengan baik bagaimana karakter Anka yang sebenarnya. Apa yang ingin disampaikan penulis melalui sosok Anka ini, melalui ketegaran dan kemandiriannya dalam menjalani hidupnya. Sosok yang hanya memiliki seorang adik yang sedang sakit keras. Hingga kedekatan dan respon sang adik terhadap rekaman permainan piano dari Tuan Pianis membuat perasaan Anka membuncah. Banyak pesan dan pembelajaran hidup yang bisa di jadikan panutan dalam kisah Anka ini.

Overall, aku sangat merekomendasikan buku ini untuk siapapun kamu yang punya hobi membaca. Membaca buku ini, kalian akan ngerasa sedang membaca kisah romance yang berbeda dari biasanya, manis dan membangun. Dan buku ini bisa di baca oleh remaja juga kok. 

R A T I N G


Foto Challenge!
Kali ini challenge-nya adalah para host blog tour harus berpose dengan buku The Man Who Plays Piano ☺☺☺ dan tadaaa..... 


Identitas Buku:

Judul Buku : The Man Who Plays Piano
Penulis : Rifin Dhi
Editor : Prisca Primasari
Proofreader : Rinandi Dinanta
Desainer Sampul : Ade Ismiati Hakimah
Penata Letak : Ade Ismiati Hakimah
Penerbit : Roro Raya Sejahtera
Tebal Buku : iv + 236 halaman
Cetakan Pertama, Mei 2018
ISBN : 978-602-51290-1-8

Related Posts

36 comments

  1. Ternyata lumayan banyak yah tokoh yang terlibat dalam cerita ini.. Si tuan pianis itu namanya siapa ya?? Fix, aku penasaran. Hasil review nya jga buat greget dan semakin nambah rasa penasaran. Penjelasan setiap tokoh yang terlibat serasa pas saat di narasikan. Aku mau buku ini. Semoga berjodoh yaa.. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheh,
      Penasaran kan yaa :D aku pun gitu pas awal baca blurb-nya :D langsung terfokus sama Tuan Pianisnya ;)

      Amiin. Semoga berjodoh yaa ;)

      Delete
  2. Semakin banyak baca review jadi makin bertanya-tanya siapa si Tuan Pianis sebenarnya. Muncul dugaan kalau dia adalah seseorang yang namanya banyak disebutkan para reviewer....hahaha (@henibacabuku)

    ReplyDelete
  3. Novel ini sepertinya paket komplit yah. Ada manis sama rasa penasaran soal surat menyurat, ada kisah Erika - adik Anka, dengan sakitnya, ada persahabatannya. Menarik.

    ReplyDelete
  4. Lebih so sweetan mana antara The Man Who Plays Piano sama P.S. I Like You?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe
      Mau tau aja, apa mau tau bangett?? :D

      Delete
  5. aroma aroma teenlit ya... walaupun ga terlalu sweet.. Tuan Pianis apakah tidak memiliki nama sesungguh? Tentu punya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyesss.
      kl kataku sih ini sweet.
      Sweet nya inilah yang buat ceritanya semakin menggemaskan ;)

      Delete
  6. Ternyata lumayan banyak yah tokoh yang terlibat dalam cerita ini. Si tuan pianis itu namanya siapa ya? Fix, aku penasaran. Hasil review nya jga buat greget dan semakin nambah rasa penasaran. Penjelasan setiap tokoh yang terlibat serasa pas saat di narasikan. Aku mau buku ini. Semoga berjodoh ya..😊 (@fitriyani_r)

    ReplyDelete
  7. Penasaran banget sama novel ini 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yukk ikutan giveaway bukunya, siapa tahu kamu beruntung dan bs menjawab rasa penasaranmu ;)

      Delete
  8. Pokoknya suka banget sama yang berbau pianis2 gitu kelihatan keren menurutku. Akkhhh pengen juga punya bukunya kakak (ig:@adinda_tiaraa)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelihatan cool gimana gitu yaa, kalau profesi cowok pianis :D
      Good luck, semoga berjodoh sama bukunya :)

      Delete
  9. ini review ter ter ter, ah makin penasaran. situan pianis sebenernya namanya siapa kak? wkw kok ya namanya gak pernah disebutin yang benarπŸ˜‚ ceritanya manis banget kan kaaak? dari reviewnya aja udah ketauan.. konfliknya belibet kayaknya, itu yang bikin menarik dan penasaran banget. hehe semoga berjodoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaahhh makasiiii Rika :D
      Ntar kalau aku sebutin jadi spoiler dong, nggak kejutan lagi ;)
      Aminn, good luck yaa ;)

      Delete
  10. Memang kalau yang namanya berbalas surat itu romantis nya pas ya. Cheesy but sweet dan nggak berlebih. Aku penasaran akan sosok Dirga disini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook rapal mantra mu biar bisa kenalan sama Dirga yaa Nola ;)
      Good Luck :)

      Delete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Sweet banget ya surat-suratan, duh jadi pengen 😁
    Btw, si tuan pianis ini kok sukses bikin penasaran ya dan jadi nebak-nebak gitu gimana sosoknya? Adakah diantara karakter-karakter yang disebutkan? πŸ€”

    IG : @venusreads_

    ReplyDelete
  13. Aku betul-betul ingin tahu siapa si tuan pianis tersebut. semakin sering baca review di tiap2 blog rasa penasaranku makin bertambah saja. Bismillah semoga rasa penasaranku bisa berkurang, hehe, kalo bisa dapet bukunya tentu saja :D

    @sepputrii

    ReplyDelete
  14. Hueeeee .... keren 😭
    Makasih loh reviewnya. Bikin makin ngiler 😭😭 (@puyu.world)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami-sami Adee ;)
      Ayook nabung terus utk milikin bukunya ;)

      Delete
  15. Hueeeee .... keren 😭
    Makasih loh reviewnya. Bikin makin ngiler 😭😭 (@puyu.world)

    ReplyDelete
  16. kok aq curiga sama dirga yaπŸ€”πŸ˜ syp sih tuan pianis sesungguhnya,aq kepoooo😣πŸ˜₯ btw q juga suka rizzi yg rada" "bandel"πŸ˜‰πŸ€£πŸ˜˜ (@fitriapsari17)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahah
      Bilang nggak yaa, siapa Tuan Pianisnya :D
      Rizzi ini memang sweet banget ;)

      Delete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Uwah.... penasaran kak sama cerita lengkapnya... karena pasti seru dan rasanha jd anka gimana gitu... di mainin lagunpake piano sama seseorang yg misterius ya berasa romantis sekaligus renyemin kyknya😁😁😁 karena khan gak tau yang mainin pianonya orang apa hantu😁

    My IG @ditaauliaswastika

    ReplyDelete
  19. Dari blurbnya aja udah bikin penasaran apalagi cerita didalamnya coba. Pasti bakal menebak ceritanya manis kaya aku (plakk) atau bakal boom. Selain itu cover bukunya so amazing πŸ’™πŸ’™πŸ’™


    Ig @ayfitr

    ReplyDelete
  20. Ya Allah. Jadi makin pengen sama buku ini. Semoga bisa bawa pulang hehe ;). Mungkin kebanyakan pembaca pasti penasaran dengan tokoh misterius Tuan Pianis. Ya, bisa dimaklumi dengan karakter yang ngg bisa ditebak itu jelas siapa saja akan penasaran. Tapi secara pribadi, aku justru lebih penasaran dengan tokoh utamanya ini, Anka. Sosok yang benar-benar tertutup dan itu 100% bikin penasaran. Apalagi di lingkaran pergaulanku selama ini yang serba heboh, jauh dari kesan sosok Anka ini, ingin sekali rasanya mengenal lebih dekat sosok-sosok seperti gadis satu ini. I want have it ;)

    ReplyDelete
  21. Kesan buku ini dari reviewnya terasa manis dan bikin penasaran, terutama dengan sosok tuan pianis. Apakah dia Dirga? Apakah dokter Raka? Atau mungkin Bastian? Atau malah bukan dari ketiganya? πŸ€”

    ReplyDelete

Post a comment

Follow by Email